Minggu, 10 Februari 2013

Menelusuri Sejarah Cerpen Indonesia



     Cerpen singkatan dari cerita pendek yaitu suatu bentuk prosa naratif fiktif. Dibandingkan karya fiksi-fiksi lain yang lebih panjang, seperti novel, cerpen cenderung padat dan langsung pada tujuannya. Cerpen berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan secara singkat yang dengan cepat tiba ditujuannya, dengan paralel 
pada tradisi penceritaan lisan. Bagaimanakah sejarah cerpen Indonesia?

Kamis, 07 Februari 2013

AKSARA BERTUTUR (dalam goresan FB)

ENTAHLAH' (dalam catatan hari ini)

siapakah yang tidak punya air mata? 
siapa jua berhasrat mati dalam keranda duka, terpasung duri2 kecewa? 
nilai sebuah pengakuan dan kejujuran, bukanlah pertimbangan antara kesempurnaan, jika rasa dalam hati membisik lirih 

lantas, perjalanan adalah jejak, serta cerita yg berbaur pd udara, mengatup di sela detak jantung, mengurai pada ingatan 
benarkah kata hening kala jaga, bahwa bekas tapak kaki tersapu angin dan debu jalanan, lantas peristiwa menjadi sejarah berita rasa terkenang, dan siapakah kiranya tidak bernafas ketika hidup menjelaskan keharusan? 

@ditulis ulang dalam 'gejolak diam'

Dengarkan hati,
resapi makna menebak kemungkinan pada kasih yang datang hampiri jiwa'

Detik berjalan mengiringi masa
jika dendang yang kau dengar, itu desiran hati ikhlas ucapan jiwa

tak mudah tentukan sikap tuk labuhkan cinta
hanya niat yang tulus segala halang tak surutkan langkah tuk menunda pinta'

#Entahlah, berharap bukan rekaan yang menebak tapi kata pada santun yang tak beranjak'

Sabtu, 11 Agustus 2012

4 Kompetensi Dasar Guru'


Seorang guru harus memiliki 4 Kompetensi Dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.(LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007)
1. Kompetensi Profesional
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter).
Makmum (1996: 82) menyatakan bahwa teacher performance diartikan kinerja guru atau hasil kerja atau penampilan kerja. Secara konseptual dan umum penampilan kerja guru itu mencakup aspekaspek; (1) kemampuan profesional, (2) kemampuan sosial, dan (3) kemampuan personal.
Johnson (dalam Sanusi, 1991:36) menyatakan bahwa standar umum itu sering dijabarkan sebagai berikut; (1) kemampuan profesional mencakup, (a) penguasaan materi pelajaran, (b) penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, dan (c) penguasaan proses-proses pendidikan. (2) kemampuan sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu  membawakan tugasnya sebagai guru. (3) kemampuan personal (pribadi) yang beraspek afektif mencakup, (a) penampilan sikap positif terhadap keseluruhan tugas sebagai guru, (b) pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, dan (c) penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan keteladanan bagi peserta didik.

Jumat, 13 Juli 2012

Sekelumit Novel; "Pertemuan Dua Hati"


Sesuai dengan karakteristik pada periode 80-an. Karya sastra yang dihasilkan mengangkat masalah konsep kehidupan sosial. Seperti pada novel pertemuan dua hati ini yang mengangkat kisah seorang guru yang mempunyai prinsip untuk selalu menjunjung tinggi pekerjaan sebagai seorang guru menjadi pekerjaan yang patut untuk di teladani. Bu Suci disini diceritakan memberi kontribusi yang berarti bagi anak muridnya untuk selalu membimbing mereka ke jalan yang semestinya.

Kamis, 12 Juli 2012

Sekilas Novel: "ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH"

Bagaimana rasanya diasingkan gara-gara Anda miskin? Bagaimanakah pilunya hati Anda dilarang bermain, bersantai, menikmati hidup hanya karena Anda tak punya uang? Bagaimana rasanya bila Anda (terpaksa) hanya kuasa berdiri di balik pagar tinggi, memegangnya, dengan (hanya) tatapan mata menembus ragam keindahan fasilitas hidup di balik sana, lantaran Anda miskin?


Dari balik mata bening tak berdoasanya, bocah itu tak kunjung mengerti mengapa ia dilarang bersekolah, bermain, bersahabat, dan bergembira ria seperti bocah-bocah sebayanya di kejauhan sana. Sepasang matanya hanya mampu berkedip murni, bibirnya berkecap-kecap penuh goda, tangannya mencengkeram pagar tinggi...

Rabu, 11 Juli 2012

"Tentang Puisi"


Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποι (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawaa orang lain kedalam keaadaan hatinya.